Betrand Peto Samakan Haters Dengan Iblis Imbas Terus Dibully

Betrand Peto Samakan Haters Dengan Iblis Imbas Terus Dibully
Spread the love

Betrand Peto, anak angkat dari pasangan selebriti Ruben Onsu dan Sarwendah, belakangan ini menjadi sorotan netizen karena kedekatannya dengan sang ibu angkat. Banyak yang menganggap bahwa tingkah laku dan perhatian yang diberikan oleh Betrand kepada Sarwendah melebihi batas yang seharusnya. Ini telah menyulut berbagai reaksi dan tidak sedikit yang berujung pada aksi bullying online.

Bully Berkepanjangan

Menghadapi situasi yang tidak menyenangkan ini, Betrand Peto menyampaikan perasaannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyamakan para haters yang terus menerus melakukan bullying kepadanya dengan iblis. Perbandingan ini muncul karena ia merasa bahwa aksi bullying yang dilakukan oleh netizen ini sudah melampaui batas kemanusiaan dan menunjukkan sisi kejam dari seseorang.

Ruben Onsu dan Sarwendah: Dukungan Penuh kepada Betrand Peto

Sebagai orang tua angkat, Ruben Onsu dan Sarwendah tidak tinggal diam. Mereka terus memberikan dukungan moral kepada Betrand Peto untuk menghadapi situasi sulit ini. Keduanya bahkan secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap perilaku netizen yang berlebihan ini dan mengajak para pengikutnya untuk menyebarkan kebaikan serta menghindari bully di media sosial.

Baca Juga : Najwa Shihab Bagikan 1.000 Semangka Di Car Free Day

Dampak Bully terhadap Mental dan Kesehatan Psikologis

Kasus bullying yang dialami Betrand Peto ini menunjukkan betapa dampak dari bully di media sosial tidak hanya berhenti pada layar handphone atau komputer. Efeknya merembet ke kesehatan mental dan psikologis yang dapat berpengaruh dalam jangka panjang. Khususnya pada anak-anak dan remaja yang masih dalam fase pertumbuhan.

Kesadaran Netizen dan Tindakan Menghentikan Bully

Artikel ini tidak hanya berbicara tentang Betrand Peto dan pengalaman pribadinya. Tetapi juga mengajak para netizen untuk menyadari bahwa setiap kata yang ditulis di media sosial memiliki dampak. Tindakan untuk menghentikan bully bukan hanya tanggung jawab Betrand, Ruben Onsu, Sarwendah, atau korban bully lainnya, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.

Mengakhiri dengan Kebaikan

Betrand Peto mengajak kita semua untuk menyudahi perilaku bullying. “Mari kita akhiri ini semua dengan kebaikan,” katanya. Ajakannya ini bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah gerakan untuk mengubah cara pandang dan tindakan kita di media sosial.

Penutup

Melalui semua cobaan ini, Betrand Peto menunjukkan kedewasaan dan ketabahan hati yang luar biasa. Walaupun terus kena bully oleh netizen, ia tetap berusaha untuk menyikapi segala komentar negatif dengan kepala tegak. Ia dan keluarganya terus menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih baik dan tidak mudah terpengaruh oleh kata-kata negatif yang tidak membangun.

Kita semua berharap bahwa Betrand Peto dan keluarganya akan terus kuat dalam menghadapi segala ujian. Semoga masyarakat juga dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan berempati terhadap sesama. Karena, pada akhirnya, kita semua berjuang melawan hal yang sama: kejahatan yang tak kasat mata, yaitu bullying yang dapat melukai hati dan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *